3 Pilar jiwa anak (Bag 1)
Kalau kita perhatikan orang-orang yang berbuat nakal, kejam, suka mendzalimi, suka jahil, suka menyakiti orang lain, suka terhadapa sesama jenis, bahkan suka membunuh; apa yang mereka lakukan adalah akibat/efek dari sesuatu yang menyebabkan mereka semua melakukan seperti itu. Itu adalah hal yang nyata dan tidak bisa dipungkiri.
Asal kita mau atau mencari tahu mengapa mereka seperti itu. Dan memang kebanyakan kita tidak mau tahu tentang itu. Titik. Melelahkan! Tapi bagi terapis quran, hal itu yang akan membawa marqi (orang yang diruqyah) lebih mudah ketemu masalahnya, hingga mudah dengan izin Allah untuk diterapi.
Kalau kita pernah melihat film2 tentang kekerasan, pembantaian, dll sampai akhir filmnya, biasanya diberitahu sebab asal muasal dari awal mengapa mereka seperti itu. Dan yang sanagat menakjubkan adalah sebagian besar karena ada masalah dirumahnya, pada rangtuanya. pada keluarganya. Itu sebagian besar yang saya amati. Sebab, banyak pasien ruqyah saya yang mempunya masalah rumit, sifat jelek, terganggu dengan gangguan jin, banyak masalah, mempunyau penyakit yang susah sembuh, ini bermuara dari sini.
Maka, tulisan saya kali ini khusus tentang masalah sama orang tuanya. Semoga bermanfaat.
Ust Nadhif mengatakan dalam buku lalat dan sampah, bahwa ada 3 pilar jiwa anak yang jika terabaikan satu saja, maka anak akan bermasalah nanti dikemudian hari. Tapi jika anak tumbuh diatas 3 pilar jiwa ini, maka InsyaAllah akan benar-benar tidak masalah.
1. Jiwa anak tumbuh bersama perasaan dekat dan tenang bersama orang tuanya.
Seperti Nabi Yusuf a.s yang terabadikan dalam sura Yusuf ayat 4 :
إِذۡ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَـٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيۡتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبً۬ا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ رَأَيۡتُہُمۡ لِى سَـٰجِدِينَ
[Ingatlah], ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku [2] sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (4)
Yusuf A.S terasa sangat dekat dengan ayahnya. Terasa akrab. Terasa penuh perasaan. Seperti mudah bercerita. Dan Nabi Yusuf merasa yakin bahwa ayahnya akan memberikan solusi apapun setiap kondisinya. Nah, inilah maksud pilar jiwa pertama.
Dewasa ini, berapa banyak anak yang sulit untuk dekat dengan ayahnya, bercerita mengalir, saling percaya? Sangat sulit. Bahkan ada yang ayahnya bekerja jauh dan cape sehingga tidak sempat berbicara, sekedar ngobrol, sekedar tanya bagaimana hari itu, dll. Padahal ini sangat amat penting bagi anak. Inilah pilar pertama. Jika terabaikan, maka akan bermasalah dikemudian hari.
Padahal pilar pertama ini yang akan membuat kuat anak nanti dikemudian hari, bergelut dengan kehidupan, dengan berbagai rintangan dan masalah. Tanpa kekuatan ini, akan akan lemah, mudah berputus asa dan cenderung menyalahkan diri sendiri.
Baca selanjutnya 3 Pilar jiwa anak (bag 2)
Baca selanjutnya 3 Pilar jiwa anak (bag 2)

Posting Komentar untuk "3 Pilar jiwa anak (Bag 1)"