3 Pilar jiwa anak (Bag 2)
2. Pilar kedua adalah Orang tua rujukan ilmu dan kebijaksanaan.
Seharusnya, orang tua mempunyai peranan penting bagi keilmuan anaknya. mampu menjelaskan segala apa yang ingin diketahui anaknya dan mampu mengajarkan kebijaksanaan kepada anaknya.
Seperti Firman Allah dalam surat Luqman : 13 :
وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَـٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُ ۥ يَـٰبُنَىَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ۬ (١٣)
Dan [ingatlah] ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan [Allah] sesungguhnya mempersekutukan [Allah] adalah benar-benar kezaliman yang besar". (13)
Luqman memberikan penjelasan kepada anaknya, bahwa jangan berbuat syirik, karena jelas dosa besar. Tegas dan berwibawa! Jika orang tua kita seperti Luqman, maka dari kecil, anak akan diarahkan, dikontrol dengan baik. tapi jika Pilar ini tidak tegak, maka anak akan tumbuh tanpa terkontrol, tidak patuh sama orang tua, tidak mau mendengar perkataan orang tunya. Mereka akan mudah terpengaruh oleh lain. Dan ketika anak terpengaruh, maka sisi keburukan akan paling nampak.
Inilah mengapa orang tua harus paham dan mengilmui segala bentuk apapun untuk mendidik dan mengarahkan anaknya.
Baca selanjutnya 3 Pilar jiwa anak (bag 3)
Baca selanjutnya 3 Pilar jiwa anak (bag 3)

Posting Komentar untuk "3 Pilar jiwa anak (Bag 2)"