Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 JIN DALAM TUBUHNYA

Ini adalah peristiwa yang nyata yang saya alami pagi tadi, Ahad, 29 Juni 2014 Di Desa Haur Kuning kota Kuningan.
Ada seorang ibu yang selama bertahun-tahun (dari tahun 90an) menderita sakit-sakit tidak wajar. Sudah berapa kali berobat ke Dokter namun selalu jawabannya tidak terdeteksi medis. Sakitnya seperti ada roh/sukma yang ingin keluar dari tubuh ibu itu, namun tertahan di tenggorokan ibu itu. Selalu seperti itu. Atau malam-malam tertentu tiba-tiba ibu itu pusing, limbung, langsung lemah, dan susah nafas. Bibirnya susah untuk tertutup ketika sakit itu melanda.
Karena memang keluarganya tidak tega dengan keadaan ibunya, maka dicobalah pengobatan-pengobatan alternatif. Dicobalah ke dukun, paranormal, ahli spiritual dan sebangsanya. Kemudian saya tanya bagaimana cara pengobatannya, astaghfirullah semuanya bernuansa kemusyrikan. Yang terakhir dari Tegal yang kebetulan hijrah dekat dengan desa itu. Dia memberi sesuatu yang diharuskan ditanam dan digantungkan diatas depan pintu depan. Ditanam disetiap sudut rumah. Katanya barang itu akan melindungi ibu itu dari mara bahaya.
Kemudian saya menjelaskan dengan singkat dengan tauhid kepada Allah dan menjelaskan dengan kesesatan para dukun itu. Saya jelaskan pula tentang hakikat zinat, rajah, isim, jin, dukun, dan sihir. Setelah mereka paham saya meminta sebelum meruqyah ibu itu kumpulkan semua barang-barang yg telah saya jelaskan yang dilanjutkan dengan membakar barang-barang itu.
Yang ditanam itu bola kasti yang ternyata didalamnya ada isim seperti ini.
Astaghfirullah…ini semua adalah kemusyrikan. Semoga Allah mengampuni kami semua diatas ketidaktahuan kami mengenai masalah ini.

Lalu kami membakar semua barang itu dengan menyebut asma Allah
Dan setelah itu, ruqyah-pun dimulai.

Nama ibu ini adalah Ibu Rosati. Beliau katanya memang rajin beribadah. Tapi ada keanehan-keanehan yang saya dapatkan di Ibu ini. Dan terjawab ketika proses ruqyah berjalan.
5 menit membacakan ayat ruqyah, saya langsung memberi ultimatum kepada siapapun makhluk yang berada dalam tubuh ibu itu atau dirumahnya atau disekitar pekerjaan keluarganya. Tiba-tiba jin yang berada dalam tubuh itu bereaksi. Saya paksa untuk berdialog dan alhamdulillah terjadi.
Saya : Siapa kamu?
Ibu : Saya makhluk yang berada ditubuh ibu ini.
Saya : iya kamu bernama siapa?
Ibu : saya makhluk. Saya makhluk. (Jin itu tidak memberitahukan namanya)
Saya kasih ancaman, silahkan keluar dari tubuh ini dengan baik-baik atau saya ancam bakar jin itu dengan ayat-ayat Al-Quran dengan izin Allah.
Lalu jin itu bereaksi, nangis, kalap,
Ibu : iya saya mau keluar. Tapi saya ga bisa.
Saya : kenapa ga bisa? Kamu boleh keluar dari mulut, dari pori-pori ibu ini atau dari ujung2 jari tangan maupun kaki.
Ibu : saya tidak bisa. Karena saya disuruh.
Saya : Disuruh sama siapa?
Ibu : Orang yang suka sama ibu ini.
Saya : Siapa yang ga suka sama ibu ini???

Dia tidak menjawab namanya. Tapi dia sering menyebutkan bahwa ada yang ga suka. Lalu dia kirim jin itu untuk menyakiti tubuh ibu ini.
Kemudian saya bertanya tentang agama jin itu. Dia berkata agama Islam. Saya tidak percaya, saya minta jin itu menerjemahkan ayat Quran yang saya baca dan dia menjawab betul terjemahnya. Tapi tetap saya suruh jin itu membaca syahadat dan saya persilahkan keluar. Namun…
Ibu : saya tidak bisa keluar. Saya ingin roh/sukma ibu ini juga keluar bersama saya. Saya tidak ridho dia tidak mati. Saya ingin membaca nyawa ibu ini dan tidak pernah kembali. Karena sayapun disuruh oleh seseorang dengan bayaran yang sesuai.

Semua yang mendengar percakapan itu berpikir keras siapa yang mngirim jin itu. Tapi tidak mendapatkan jawaban. Lalu saya bacakan ayat ruqyah lanjutan dan dia bereaksi lagi.
Ibu : iya saya disuruh oleh si anu (menyebutkan nama orang) karena cintanya ditolak. Ibu itu malah nikah sama bapa ini (suaminya persis disamping ibunya). Saya tidak ridho. Saya sakit hati, maka saya siksa tubuh ibu ini.
Lalu saya beri nasehat ttg perbuatan jin itu bahwa itu salah, dan jangan pernah takut sama orang yang menyuruhnya.
Ibu : iya..iya saya mau keluar. Tapi ada yang menghalangi dikerongkongan tubuh ini. Seperti borgol, sehingga saya ga bisa keluar.
Saya : saya yang menghalangi??? Saya ulangi beberapa kali.
Ibu : ga tahu. Pokoknya ada yang menghalangi.
Saya : Ok, panggil yang menghalangu itu, biar saya berbicara dengannya.

Saya memohon kpd Allah tuk bisa bicara dengan membacakan ayat quran, dan alhamdulillah bisa
Saya : siapa kamu?
Syetan : ya aku…ini aku..ini aku.
Saya : iya siapa kamu?
Syetan : kamu bertanya kepada siapa? Ya ini aku. Saya syetan yang dikerongkongan ibu itu
Saya : kenapa kamu disini?
Syetan : Saya juga disuruh.
Saya : sama siapa?
(Syetan itu tidak menjawab)
Saya ancam juga supaya cepat keluar dari tubuh ibu ini, tapi malah menentang.
Syetan : sok aja keluarkan kalau bisa. Saya akan kuat sampai kapanpun.
Saya : kamu menentang Allah hah???
Syetan : Sok aja keluarkan
Saya : Ok saya bacakan ayat ruqyah

1-5 menit tidak ada reaksi, tapi setelah 5 menit keatas dia bereaksi.
Syetan : Ibu ini mau dibawa oleh jin ini. Kalau saya tidak borgol, maka ibu ini akan meninggal karena dibawa oleh makhluk ini.
Saya : Yang menghidupkan dan mematikan hanya Allah. Bukan tidak bisa apa-apa.
Syetan : Saya tidak mau melepaskan borgol (dileher) itu. Karena saya juga disuruh untuk melindungi.
Saya : yang melindungi Allah bukan kamu.

Saya juga agak aneh dengan dialog ini. Ada  dua makhluk. Makhluk pertama yang disuruh oleh orang yang ditolak cintanya. Dan ada makhluk yang memborgol makhluk pertama dengan memborgol dileher ibu itu.
Lalu saya mengumpulkan semua kluarga mereka dan membicarakan jika memang keadaan pahitnya Allah mengambil nyawa ibu itu. Suasana agak hening, lalu terisak-isak nangis dan belum rela jika ibunya pergi dari dunia. Saya mencoba menjelaskan bahwa kita tidak boleh percaya dengan apapun yang diucapkan jin itu kecuali memang busa dibuktikan. Saya meminta mereka berdoa dengan sungguh-sungguh supaya ibunya sembuh.
Siang itu benar-benar sangat mengharukan. Sebelum saya lanjutkan ruqyah, ibu tiba tiba-tiba memeluk suami dan anak-anaknya untuk ikhlas jika memang ibu pergi. Tak terasa juga saya meneteskan air mata.
Saya mulai kembali membaca ayat-ayat penghancur sihir dan berniat menghancurkan borgol ghaib yang ada dileher ibu itu dengan suara berat. Saya terus memohon kepada Allah bahwa sihir atau makhluk yang ada dalam tubuh ibu ini hancur dan binasa.
Terakhir saya potong tubuh jin itu dari kedua tangan dan kedua kaki. Sesaat saya mau sembelih lehernya, saya ancam segera keluar. Lalu tiba-tiba mulut ibu itu menghembuskan nafas sangat kuat beberapa kali (seperti mau meninggal), mual hingga muntah.
Alhamdulillah…Allahuakbar ibu itu sembuh! Saya minta ibu itu untuk berdiri dan berjalan sekitar itu untuk memastikan sudah normal. Dan ibu itu berjalan sehat. Namun saya minta ibu duduk kembali membacakan ayat-ayat ruqyah kembali khawatir jinnya masih ada. Namun beberapa menit dibaca tidak ada reaksi apapun. Lalu saya tanya ini siapa. “Ibu Rosita.” jawab ibu itu.
Semua keluarganya gembira sangat. Kekhawatiran yang tadi sempat terbayang tidak terjadi apa-apa. Dan sekali lagi itu membuktikan bahwa jin/syetan memang suka menakut-nakuti manusia sehingga mereka tersesat selama-lamanya. Tak lupa saya nasehatkan kepada semuanya (juga  untuk saya juga) , mari perkuat aqidah kita.

*dialognya aslinya memakai bahasa Sunda.

Posting Komentar untuk "2 JIN DALAM TUBUHNYA"