KONSEP-KONSEP RUQYAH
Konsep-konsep ini saya ambil dari hasil talaqqi saya kepada Peruqyah-peruqyah yang sudah senior dari saya. Dan alhamdulilah saya sangat terbantukan dengan konsep ini sehingga bisa mudah memahamkan pasien-pasien saya ketika mau diruqyah. (Konsep ini hanya sebagian kecil saja).
Ust Abu Aqila
Konsep ini pernah saya singgung sebelumnya tentang pedang. Bahwa ayat-ayat ruqyah diibaratkan dengan pedang yang sangat tajam, sedangkan orang yang membawa dan menggunakan pedang adalah peruqyah. Pedang tetap tajam, akan tetapi jika pembawanya tidak berpengalaman dalam menggunakannya, maka pedang itu tidak berguna sedikitpun.
Maka seorang peruqyah harus terus menerus menambah wawasan ilmu yang berkaitan dengan ilmu ruqyahnya. Seorang peruqyah harus mau dan menerima dengan lapang dada jika ada dalam proses ruqyahnya keliru, sehingga bisa bisa memperbaiki kembali. Seperti pada kesempatan daurah 1 dan daurah 2 bersama Syaikh Abu Baraa (Praktisi Ruqyah Internasional), banyak peruqyah indonesia yang ruju’ kepadanya. Memperbaiki cara ruqyahnya agar tetap sejalan dengan syariat-Nya.
Ust Nuruddin Al-Indunisyi
Beliau menggambarkan kurang lebih seperti ini, “ Kalau kita sedang berperang melawan ikan hiu yang ganas, medan pertempurannya di laut, tetapi kita hanya mempunyai pisau belati; kira-kira siapa yang akan kalah?” Nah, itu kan dilaut. Sekarang dibalik kalau kita berperang melawan ikan hiu yang sama ganasnya tetapi medannya didarat, kira-kira siapa yang akan kalah?” begitu kira-kira.
Jawaban pertanyaan pertama mungkin kita akan kalah, karena pertama itu bukan medan yang kita kuasai. Itu air. Dan kita bisa kehabisan nafas disana. Apalagi senjata kita Cuma pisau belati. Jawaban kedua adalah kemungkinan besar kita manusia yang akan menang. Kenapa? Karena daratan adalah medan kita. Dan Ikan hiu sekeren dan sekuat apapun, kalau terlalu lama didarat akan mari juga. Bahkan kita tidak usah menggunakan pisau belati-pun, didiamkan saja, InsyaAllah akan mati.
Artinya, kalau manusia bertempur dengan bangsa jin di alam jin, tentu manusia itu besar kemungkinan akan kalah; sebab itu medan dan tempat tinggal bangsa jin. Akan tetapi jika kita bertempur dengan bangsa jin dialam manusia, besar kemungkinan manusia akan menang. Karena sudah jelas, itu alam manusia. Dan sungguh, ketika jin mengganggu manusia, itu hakikatnya adalah jin masuk ke alam manusia. Jadi jin itu akan kalah dengan izin Allah.
Ust Riyadh Rosyadi
Dalam memahamkan konsep gangguan dan sihir, beliau menggunakan konsep bagaimana terjadinya penyakit demam berdarah. Setidaknya syaratnya ada 3 : Nyamuk Aedes aegypti, media, dan manusia sedang lemah. Jika ada salah satu dari ketiga unsur itu tidak ada, penyakit itu tidak akan pernah ada. Misalkan seperti ini :
“ Ada orang yang sedang lemah imunitas tubuhnya, dan sekitar rumahnya banyak media-media yang dijadikan tumbuh kembangbiaknya nyamuk aedes aegypti; maka sudah bisa dipastikan orang itu akan terkenan demam berdarah. Atau jika nyamuk dan medianya ada, tetapi manusianya lagi sehat dan bugar, maka orang itu tidak bisa demam berdarah.”
Intinya, gangguan jin dan sihir itu akan datang mengganggu, jika manusia punya iman lemah (atau ketika lengah), media dan jin-nya ada. Kita ketahui bersama bahwa jin memang sudah ada. Tinggal media dan manusia itu sendiri. Kalau membiarkan media itu ada di dalam diri kita, atau diluar diri kita, atau di rumah dan pekarangan rumah kita; maka bisa dipastikan kita akn terganggu juga. Jadi solusi yang paling efektif adalah jangan pernah ada media dan kekuatan iman orang itu.
Ust Nadhif
Salah satu teori dari beliau adalah teori lalat dan sampah. Kalau saya umpamakan ada rumah yang berantakan, terus banyak sampahnya, kotor sekali; kemudian lalat datang kerumah itu, karena lalat senang terhadap sampah. Lantas, apakah kita fokus mengusir lalat itu dengan segala upaya? Kalaupun lalat itu mati atau kabur, adakah kemungkinan lalat-lalat lain akan datang? Pasti akan datang. Itu membuat lelah, karena kita fokus kepada lalat. Padahal lalat itu tidak akan datang jika tidak ada sesuatu yang membuat ia datang. Coba kalau kita fokus kepada sampah dirumah itu, bersihkan. Kalau sudah bersih, dengan serta merta lalat itu tidak ada.
Artinya, ketika meruqyah, jangan fokus kepada jin-nya. Tetapi ubah fokus kita kepada orangnya. Karena tidaklah mungkin jin itu menganggu, melainkan ada sesuatu yang perlu dikoreksi dan orang itu. InsyaAllah jika kita bisa memperbaiki orang itu, maka denga serta merta gangguan jin itu akan hilang dengan izin Allah.
Dan masih banyak konsep-konsep ruqyah yang dibuat oleh senior-senior ruqyah kita. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua.

Posting Komentar untuk "KONSEP-KONSEP RUQYAH"